Tulisan Terbaru

Info Ringan

Tutorial Bisnis Internet

Ekonomi Bisnis

Minggu, 08 November 2009

Polemik Kios Darurat Pasar Raya Padang

Minggu, 08 November 2009
Penolakan ratusan pedagang Pasar Raya Padang terhadap pembangunan petak kios darurat di jalan Pasar Baru dan jalan Pasar Raya Timur semakin menguat. Apalagi, menurut pengakuan sejumlah pedagang, pembangunan itu sama sekali tidak dibicarakan sebelumnya dengan para pedagang Pasar Inpres I, II, dan II.

Ada beberapa hal yang membuat pembangunan kios darurat itu ditolak mentah-mentah oleh para pedagang. Di antaranya adalah kondisi fisik bangunan yang pengap dan sempit. selain itu, untuk membangun kios darurat itu Pemko Padang juga melakukan penutupan akses Jalan Pasar Baru. Jalan ini merupakan satu-satunya titik masuk dari arah timur bagi para pengunjung pasar yang hendak berbelanja di Pasar Raya Padang. Jalan ini pulalah yang selama puluhan tahun menjadi rute angkot dari berbagai kawasan di Kota Padang untuk mengantarkan penumpang atau mengambil penumpang yang berbelanja di pasar.

Tapi, tiba-tiba saja pemko melakukan penutupan akses jalan tersebut dan mendirikan petak kios darurat, pengganti petak kios yang runtuh akibat gempa 7,9 SR 30 September lalu. Tentu hal ini membuat pedagang menjadi ‘kalimpasiangan’. Pasalnya, tentu banyak pengunjung pasar yang malas berbelanja di sana karena terpaksa jalan kaki. Apalagi bagi mereka yang menenteng barang-barang belanjaang ‘segerobak tundo’. Jelas sangat merepotkan.

Sebenarnya, persoalan tidaklah sesederhana itu saja. Tidak menutup mata dan telinga, wacana pembangunan pasar modern juga turut membuat para pedagang menjadi kalang kabut. Soalnya, mereka telah merasakan apa akibatnya bagi mereka jika sebuah pasar modern dibangun. Dalam benak mereka terbayang mereka akan tergusur oleh pedagang dengan modal kuat karena ketidakmampuan mereka menyewa kios yang harganya tak terjangkau oleh saku mereka.

Di samping itu dalam pikiran para pedagang itu pembangunan pasar modern juga diperkirakan akan memberikan dampak negatif bagi pedagang lokal, karena pangsa pasar pedagang tradisional atau lokal tersebut sebagian besar akan diserap pusat perbelanjaan modern.

Semua faktor itulah yang kemudian menjadi alasan bagi para pedagang untuk beramai-ramai menyatakan penolakannya terhadap keputusan Pemko Padang mendirikan kios darurat. Bahkan, pedagang juga mendesak Kesatuan Pedagang Pasar (KPP) untuk melakukan aksi tutup toko sebagai wujud protes.

Aksi serupa juga sebenarnya pernah dterjadi ketika Pemko Padang melakukan alih fungsi terminal Lintas Andalas dan terminal Goan Hoat menjadi pertokoan modern. Lintas Andalas menjadi Plaza Andalas, Goan Hoat menjadi Sentral Pasar Raya. Sekarang, kedua bangunan itu sama sekali tidak bisa digunakan karena rusak parah akibat gempa.
Pemko padang sebenarnya harus arif menyikapi aspirasi para pedagang itu.

Pasalnya, kios yang dibangun itu adalah untuk para pedagang, namun jika pedagang itu sendiri tidak mau, maka sama saja bohong. Buat apa dibangun? Apa mau diberikan ke orang lain?

Pemko Padang tidak pada tempatnya bersikukuh dengan rencana mereka ketika persoalan itu sudah menyentuh kepentingan masyarakat banyak. Pada dasarnya Pemko adalah pelayan masyarakat, maka tentu apa yang menjadi keinginan masyarakat -- selama itu untuk kebaikan mereka sendiri -- harus dipertimbangkan.

Oleh karena itu, alangkah baiknya jika Pemko melakukan dialog dengan para pedagang pasar raya itu. Sebab, pedagang berkata mereka tidak pernah dilibatkan dalam pembicaraan dalam hal itu. Misalnya, melakukan dialog dengan para perwakilan pedagang. Tanya apa yang sebenarnya mereka mau. Bagaimana bentuk yang mereka inginkan. Mintalah usulan kepada mereka.

Selain itu, para pedagang juga hendaknya menyampaikan aspirasi mereka melalui koridor yang telah ada. Jangan bertindak sendiri-sendiri meskipun mungkin apa yang mereka perjuangkan itu adalah untuk kebaikan mereka juga. Kita tentu sama-sama berharap, persoalan ini tidak menjadi bom waktu di kemudian hari. Karena jika demikian justru akan memberikan efek lebih parah bagi perkembangan perekonomian Kota Padang yang baru saja menggeliat kembali pascagempa. *


Related Posts



0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © Vox Populi Vox Dei | Powered by Blogger | Template by Blog Go Blog