Tulisan Terbaru

Info Ringan

Tutorial Bisnis Internet

Ekonomi Bisnis

Rabu, 18 November 2009

Otoritas Palestina Ditantang

Rabu, 18 November 2009
Keinginan Otoritas Palestina mendeklarasikan secara sepihak pembentukan negara merdeka tanpa perlu persetujuan Israel mendapat tantangan keras.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu justru mengancam akan membatalkan segala kesepakatan bilateral dan proses perundingan jika Otoritas Palestina melaksanakan niatnya. Lebih jauh Israel mengancam akan menguasai Tepi Barat, yang didudukinya sejak tahun 1967, jika pembentukan negara Palestina merdeka dilakukan tanpa proses perundingan.

Sejauh ini Israel sudah menyerahkan Jalur Gaza yang kecil dan sempit kepada Otoritas Palestina, tetapi wilayah utama Palestina di Tepi Barat masih terus diduduki. Perjuangan bangsa Palestina yang mendapatkan dukungan luas masyarakat internasional bagi pembebasan wilayah pendudukan Tepi Barat selalu mengalami hambatan berat karena tidak dihiraukan Israel yang merasa mendapatkan dukungan kuat Amerika Serikat.

Serangkaian proses perundingan damai sudah dilakukan, tetapi selalu menemui jalan buntu. Israel tidak bersedia sampai sekarang melepaskan wilayah Tepi Barat, bahkan terus memperluas permukiman Yahudi di wilayah itu. Setelah terus-menerus menemui jalan buntu yang membuat frustrasi, Otoritas Palestina pekan lalu meminta PPB mendukung keinginan Palestina mendeklarasikan negara merdeka, tanpa perlu persetujuan Israel.

Wacana pembentukan secara sepihak negara Palestina merdeka itu pernah dilontarkan pemimpin legendaris Palestina, almarhum Yasser Arafat. Juga pernah dikemukakan Presiden Mahmoud Abbas yang menjadi pengganti Arafat. Namun, rasa frustrasi Otoritas Palestina dan bangsa Palestina secara keseluruhan bertambah karena keinginan mendeklarasikan kemerdekaan itu ditolak keras dan mentah-mentah Pemerintah Israel.

Para pengamat cenderung berpendapat, Otoritas Palestina sebenarnya juga tahu bahwa tidak mungkin mendirikan negara merdeka tanpa melalui proses perundingan dengan Israel. Wacana tentang deklarasi sepihak tentang pendirian negara Palestina merdeka sesungguhnya tidak lebih sebagai provokasi politik agar proses perundingan dipercepat, yang harus berujung pada pembentukan negara Palestina merdeka di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Reaksi Israel atas wacana itu justru memberikan sentimen negatif terhadap proses perdamaian, lebih-lebih karena PM Netanyahu mengancam balik Palestina. Tekanan berlebihan Israel terhadap Palestina dikhawatirkan hanya akan menambah frustrasi, kekecewaan, kemarahan, permusuhan, dan dendam di kawasan itu.

Dampak situasi tertekan itu tidak hanya memperdalam permusuhan kedua bangsa yang sudah berlangsung ratusan tahun itu, lebih-lebih selama seabad terakhir, tetapi juga mengancam perdamaian kawasan dan dunia.

Sumber: Kompas, 18 November 2009


Related Posts



0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © Vox Populi Vox Dei | Powered by Blogger | Template by Blog Go Blog