Langkah KP2T yang dikepalai oleh Maiyulnita itu tentunya perlu mendapat acungan jempol, mengingat karena kesibukan tidak semua orang punya waktu senggang datang ke KP2T menjemput surat-surat izinnya. Terkadang, ada pula orang yang lupa menjemput surat izin tersebut. Bahkan, lebih parah lagi, bisa jadi ada orang yang lupa bahwa dirinya pernah mengurus surat-surat di KP2T.
Sudah barang tentu, salah satu upaya KP2T mengantarkan langsung surat izin tersebut sangat meringankan beban warga yang biasanya tidak begitu suka datang ke kantor (jika tidak karena terpaksa) karena adanya anggapan birokrasi yang rumit dan berbelit-belit. Setidaknya, dengan ‘langkah kecil’ dari KP2T tersebut bisa merubah paradigma sebagian besar masyarakat tentang birokrasi tersebut.
Selain itu, KP2T Padang juga cukup ramah kepada warga yang mengurus izin. Misalnya suatu ketika Anda mengurus izin tertentu, ternyata syarat-syarat yang dibutuhkan kurang. Maka siap-siap sajalah jika tiba-tiba saja Anda ditelepon oleh petugas KP2T dan dengan ramahnya menyebutkan bahwa ada persyaratan yang kurang. Tentu, kita sangat senang karena bolak-balik berkali-kali ke kantor KP2T melengkapi syarat-syarat yang belum lengkap dapat dicegah sehingga dapat menghemat waktu yang sangat berharga.
KP2T juga mencoba menghapus sistem percaloan yang sudah kadung melekat dalam setiap urusan perizinan di republik ini. Dalam suatu kesempatan, Maiyulnita menyebutkan bahwa KP2T sama sekali tidak mengenal calo. Sebab, jika lewat calo nanti ada kendala, baik tandatangan atau ada persyaratan yang kurang. Tentunya hal tersebut akan merugikan warga itu sendiri.
Ada satu ungkapan di tengah masyarakat, “Kalau bisa mudah kenapa harus dipersulit?” Namun, sebagian masyarakat memutarbalikkan ungkapan itu dengan, “Kalau bisa sulit, kenapa harus dipermudah?” Kata-kata sindiran buat aparat birokrasi ini, begitu populer di tengah masyarakat kita. Sebab, menemui kesulitan saat berurusan dengan kalangan birokrasi, bukanlah sesuatu yang asing bagi mereka.
Tudingan miring itulah yang dikikis habis oleh KP2T Padang. Dengan memberlakukan urusan perizinan terpadu, masyarakat tidak perlu lagi harus keluar masuk pintu kantor terkait. Semuanya berada di satu tempat, yakni KP2T Padang. Percaloan tidak ada, surat-surat izin kadang diantar, bahkan jika ada persyaratan yang kurang dengan baik hati petugas KP2T akan memberitahukannya lewat telepon. Lalu, kurang apa lagi?
Namun, KP2T jangan cepat berpuas diri dengan segala kelebihan pelayanan yang dimilikinya itu. Bagaimanapun juga, ada satu persoalan yang selalu menjadi musuh utama setiap unit pelayanan, yakni sumber daya manusia (SDM). Kita sangat berharap, KP2T cukup siap dari segi SDM yang dimilikinya dalam memberikan pelayanan prima kepada warga yang membutuhkan.
0 komentar:
Posting Komentar