Proses perebutan kekuasaan bukan semata-mata untuk mendapatkan kekuasaan, tetapi untuk kepentingan lebih besar. Kita sepakat bahwa Golkar bukan alat politik orang per orang, bukan kendaraan politik sekelompok orang. Golkar adalah kendaraan politik bangsa Indonesia selama bertahun-tahun.
Di kalangan korban gempa bumi di kawasan Padang-Jambi, rakyat butuh pertolongan, termasuk dari Partai Golkar. Para korban gempa harus diutamakan dan didahulukan untuk dilayani Golkar. Ini tes pertama bagi Ical agar komitmen Golkar bagi pemberdayaan dan keselamatan rakyat diutamakan.
Rakyat butuh perhatian dari para politisi, bukan sebaliknya. Karena itu kemenangan Ical sebagai ketua umum Partai Golkar harus menjadi dorongan agar partai beringin itu lebih mengutamakan kepentingan publik yang lemah dan tak berdaya.
Seperti dikutipd ari inilah.com, Golkar harus mampu melakukan kinerja yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pokok rakyat, agar tak terpuruk di masa depan. Jika para politisi Golkar melayani dan mensejahterakan rakyat, maka rakyat akan memilih partai beringin itu. Demikian pula sebaliknya.
Di samping itu, kisruh yang berlangsung dalam Munas yang baru lalu itu, juga hendaknya dijadikan pelajaran bersama oleh semua kader partai itu. Tentu juga oleh sang nahkodanya sendiri. Bahwasanya, masih ada konflik-konflik internal di dalam tubuh partai yang merupakan salah satu paatai terbesar di republik ini.
Jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut tentu akan menjadi bumerang bagi Partai Golkar itu sendiri. Disinilah sangat dibutuhkan kearifan seorang Abu Rizal Bakrie yang baru saja dinobatkan sebagai Ketua Umum. Dia harus mampu merangkul semua unsur dalam tubuh partai agar friksi-fiksi tidak memercik menjadi bara api yang membahayakan.
Untungnya, hal ini cepat disadari oleh Ical sesaat setelah ia terpilih. Saat menyampaikan pidato kemenangan dalam pemilihan ketua umum DPP Partai Golkar periode 2009-2015 di Munas ke-8 Partai Golkar di Pekanbaru, Riau, Kamis pagi (8/10), dia menyebutkan persaingannya dengan kandidat lain, terutama dengan Surya Paloh tajam dan kedua tim sukses memiliki kemampuan yang seimbang. Tetapi persaingan yang tajam itu terjadi karena keduanya memilkiki tekad yang sama untuk memajukan partai.
Setelah pemilihan ketua umum dapat diselesaikan, Ical mengajak kandidat lain untuk bersatu bersama-sama membangun partai Golkar. Ical mengatakan, kader-lader Golkar telah memahami makna persaingan, pertandingan dan permusuhan. Karena itu, meskipun persaingannya ketat dan pertarungannya sengit, kader-kader Golkar harus tetap bersahabat.
Tekad Ical itu, hendaknya juga dibarengi oleh tekad dari dalam diri masing-masing kader partai. Dengan demikian, keberadaan Partai Golkar tetap menjadi barometer penyeimbang demokratisasi dalam ranah politik di negeri ini.
0 komentar:
Posting Komentar