Tulisan Terbaru

Info Ringan

Tutorial Bisnis Internet

Ekonomi Bisnis

Minggu, 08 November 2009

Sumpah Pemuda; Momen Pemuda untuk Bangkit Kembali

Minggu, 08 November 2009
Sudah 81 tahun bangsa ini diikat oleh ‘semen’ persatuan yang dideklarasikan oleh para pemuda bangsa ini melalui simpul bangsa satu, tanah air satu, dan bahasa satu. Selama itu pulalah setiap tahunnya bangsa ini selalu memperingati momentum bersejarah itu, yakni Sumpah Pemuda.

Seperti halnya Hari Pahlawan 10 November, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika, Sumpah Pemuda adalah pegangan penting bagi arah perjalanan bangsa ini karena Sumpah Pemuda adalah salah satu di antara berbagai landasan utama bagi kebangkitan nasional yang memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Saat ini bangsa yang telah menghirup udara segar bernama kemerdekaan selama 64 tahun ini sedang dibelenggu oleh berbagai permasalahan yang melibatkan segenap aspek kehidupan. Mulai dari budaya, sosial ekonomi, hukum, hingga birokrasi dan tata kelola pemerintahan. Maka, tidak ada salahnya Sumpah pemuda kembali diinaprenungkan, dihayati sekaligus dipahami maknanya kembali oleh generasi sekarang.

Bagaimanapun juga, arah perjuangan para pemuda yang dengan keteguhan hati memproklamirkan Sumpah Pemuda 81 tahun lalu itu tidak jauh beda dengan perjuangan yang dilakukan oleh generasi sekarang. Zaman boleh beda. Tahun boleh berganti. Namun yang namanya perjuangan tetap satu, yakni menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Keutuhan NKRI, tidak akan terwujud tanpa adanya persatuan antar elemen bangsa. Bagaimana mungkin persatuan ada di saat bangsa ini tercabik-cabik oleh berbagai persoalan yang justru persoalan itu muncul dari dalam? Masing-masing pihak bergelut dengan kepentingannya masing-masing. Saling mempertontonkan kehebatan dan kekuatannya, sementara rakyat berurai tangis airmata dan berselimut duka.

Pada kenyataannya, itulah perjuangan sesungguhnya yang mesti dimenangkan oleh bangsa ini sesuai dengan arah perkembangan zaman. Tidak lagi perjuangan fisik berdarah-darah merebut dan mempertahankan kedaulatan. Tapi perjuangan yang lebih besar, memenangkan musuh nyata yang berasal dari ambisi pribadi dan kepentingan ekslusif sejumlah anak bangsa.

Namun, perjuangan yang berbeda dengan perjuangan masa lalu ini tetap saja menimbulkan korban yang tidak sedikit. Banyak pula yang telah mengorbankan sebagian dari hidup mereka dalam kubang penderitaan berkepanjangan.

Pada saat seperti inilah, ketika beraneka-ragam kecenderungan permusuhan atau perpecahan mulai nampak membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa kita, maka mengisi Hari Sumpah Pemuda dengan jiwa aslinya adalah suatu hal yang teramat penting.
Mengutip ucapan pengamat politik, Umar Said, bahwa dengan semangat dan jiwa asli Sumpah Pemuda yang dicetuskan dalam tahun 1928, kita perlu berusaha bersama-sama untuk menjadikan Indonesia yang berpenduduk lebih 250 juta orang ini sebagai milik kita bersama.

Indonesia adalah untuk semua golongan, yang merupakan berbagai komponen bangsa. Dengan mengibarkan panjji-panji Sumpah Pemuda, Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila kita perlu berjuang terus bersama-sama demi kepentingan seluruh rakyat, demi kesejahteraan dan kedamaian berbagai golongan suku, keturunan, agama, dan aliran politik.

Kita juga harus ingat, bahwa Sumpah Pemuda adalah sumpahnya para pemuda. Oleh karena itu, bansga ini juga harus melindungi para pemuda, dan para pemudanya tidak boleh mentang-mentang sudah besar tidak mau dilindungi. Dilindungi disini bukan berarti dilindungi dari hukum akibat pelanggaran- pelanggaran tetapi perlindungan disini adalah pelindungan dari narkoba, karena narkoba menjadi salah satu perusak bangsa kenapa saya katakan demikian karena jika pemuda rusak maka rusak pula bangsanya, seperti yang dikatakan pepatah “Pemuda adalah masa depan”.

Memang, tugas pemuda jaman dahulu lebih berat tugasnya dari pada sekarang, karena dahulu Indonesia harus melawan para penjajah yang mana pemuda ikut didalamnya, dan pemuda juga harus belajar supaya tidak di tipu oleh para penjajah namun apa yang terjadi pada pemuda sekarang pengimplementasian hakikat sumpah pemuda tak seindah yang diharapkan oleh para pencetus sumpah pemuda, kurangnya persatuan dan kesatuan. Hal ini sangat mengherankan sekali para pemuda zaman sekarang lupa akan naskah sumpah pemudah padhal perumusan sumpah ini sangat sulit sekali dirumuskan. Inilah tugas besar para pemuda di masa sekarang yang harus diselesaikan. *


Related Posts



0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © Vox Populi Vox Dei | Powered by Blogger | Template by Blog Go Blog