Tampaknya, sabu-sabu sudah menjadi barang favorit bagi para oknum di lembaga terhormat itu. Kita masih ingat, pada awal tahun 2009 ini, seorang anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman, ‘B’, juga ditangkap oleh jajaran Polda Metro Jaya karena membawa tujuh gram sabu sabu. Ia ditangkap di Terminal IB Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng.
Dengan demikian, sudah dua orang anggota dewan di Sumbar ini yang terungkap ke permukaan sebagai pengguna barang haram itu. Tentu kita sangat tidak mengharapkan bahwa masih ada oknum-oknum anggota dewan lainnya yang menjadi budak ‘candu setan’ itu.
Anggota dewan merupakan pilihan rakyat. Di pundak mereka lah semua harapan rakyat ditumpangkan. Diharapkan, para anggota dewan itu dapat menjadi sosok ‘pahlawan’ di mata rakyat. Membela kepentingan rakyat. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Oknum dewan malah tertangkap menggunakan sabu-sabu. Sangat memalukan. Menghina ‘kesucian’ lembaga legislatif.
Tidak hanya itu, perbuatan tersebut juga sangat menyakiti hati rakyat yang telah mempercayai pilihannya kepada oknum anggota dewan yang katanya terhormat itu. Apakah jika sudah begini kejadiannya, masih pantaskah dihormati? Lebih celaka lagi, jika ada rakyat yang masih menghormati oknum penyandang predikat anggota dewan terhormat itu. Sudah terbalik kaji namanya. Jungkir balik dunia jadinya.
Maka tidak ada jalan lain selain melakukan tindakan tegas terhadap oknum yang telah mencoreng nama lembaga terhormat itu. Jangan samapai akibat nila setitik rusak susu sebelanga. Gara-gara perilaku satu dua orang oknum anggota dewan, membuat orang jadi memandang rendah anggota dewan lain yang benar-benar bersih. Partai asal oknum harus memecat keanggotaannya. Berhentikan sebagai anggota dewan. Selanjutnya proses sesuai hukum yang berlaku di negeri ini.
Namun, ada baiknya dilihat kenapa banyak anggota dewan yang terlibat sebagai pengguna psikotropika. Jika berkaca pada kejadian tertangkapnya oknum anggota DPRD Padang Pariaman, dia mengaku menggunakan sabu untuk peningkatan fitalitas tubuh, menambah stamina, meningkatkan semangat. Sungguh sebuah alasan yang sangat aneh dan tidak lucu kalau dia bermaksud untuk melucu. Apakah denagan mengkonsumsi sabu-sabu otomatis kondisi badan akan fit, segar, stamina bertambah, semangat jadi berlipat-lipat? Tidak ada satupun bukti ilmiah, yang ada malah sebaliknya, kondisi tubuh menurun, produktivitas berkruang, kesehatan terganggu, malah bisa berujung pada kematian.
Satu hal yang perlu diwaspadai adalah bukan tidak mungkin ‘mafia narkoba’ sudah menyentuh lembaga legislatif. Kewaspadaan itu perlu karena sudah terbukti ada dua orang anggota dewan di ranah minang ini yang terjerat narkoba. Jangan buru-buru menyanggah, “Ooo… tidak mungkin itu,” Yang penting kita harus waspada. Bukti sudah di depan mata. Buka mata dan telinga.
Mari bersama kita memberantas peredaran narkoba, termasuk peredarannya di kalangan anggota dewan. Kita berharap, jangan ada lagi oknum anggota dewan yang menambah panjang deretan daftar anggota lembaga terhormat yang perbuatannya jelas sangat tidak layak ditiru. *
0 komentar:
Posting Komentar