Tulisan Terbaru

Info Ringan

Tutorial Bisnis Internet

Ekonomi Bisnis

Selasa, 17 November 2009

Mengisi Hubungan RI-AS

Selasa, 17 November 2009
Manakala pemimpin Indonesia dan AS bertemu, besarlah harapan yang muncul. Ini yang terjadi ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertemu Presiden Barack Obama.

Dalam pertemuan selama hampir satu jam di Singapura itu disepakati sejumlah hal, dan kedua pemimpin sama-sama ingin membawa hubungan kedua negara pada aras lebih tinggi. Dalam konteks APEC, ASEAN, atau hubungan bilateral hari-hari ini, di mana banyak negara masih dililit krisis ekonomi global, secara alamiah masuk akal kalau fokus hubungan diarahkan pada upaya bersama untuk pemulihan perekonomian. Pada sisi lain, kita juga paham, hubungan antarbangsa bersifat multidimensi, di mana ekonomi hanya menjadi salah satu komponennya. Ini yang berlaku ketika kita bicara hubungan RI–AS.

Kedua pemimpin tampak saling memuji peranan masing-masing. Presiden Yudhoyono memuji pendekatan Presiden Obama yang segar terhadap dunia, terhadap isu internasional, termasuk di dalamnya upaya untuk lebih mendekati dunia Islam. Sementara tentang Presiden RI, Obama menyebut Presiden berhasil memimpin Indonesia dalam memerangi terorisme, membawa Indonesia bertahan dari dampak krisis global, dan mempertahankan Indonesia sebagai negara pemeluk Islam paling banyak di dunia sebagai contoh demokrasi yang berfungsi.

Tentu semua itu hal-hal yang nyaman didengar, dan kita juga senang Indonesia dapat menjalin hubungan yang harmonis dengan satu-satunya negara adidaya di dunia. Namun, kita ingin mengisi hubungan tersebut dengan sesuatu yang lebih substansial, atau secara ringkas, hubungan dengan AS dapat membantu RI menjadi negara yang lebih maju, lebih kuat, dan lebih sejahtera.

Kita paham, semua itu terpulang pada kita sendiri, bagaimana kita bisa memetik manfaat (capitalize) hubungan dengan negara sahabat yang masing-masing punya keunggulan khas. Dari AS pun kita sebenarnya bisa mendapatkan dukungan banyak hal.

Sekadar menyebut contoh, kita dewasa ini sedang mengembangkan ekonomi kreatif, yakni ekonomi yang ditopang industri kreatif. Salah satu kunci sukses industri ini, selain ide kreatif, adalah dukungan teknologi informasi (dan komunikasi, atau TIK). AS kita ketahui unggul di bidang ini. Adanya bantuan atau kerja sama luas dan mendalam di bidang TIK kiranya bisa mengangkat industri kreatif kita ke mutu dan produktivitas lebih tinggi.

Kemudian, kerja sama lain yang bermanfaat tidak saja untuk kedua pihak, tetapi juga bagi dunia, adalah yang terkait dengan upaya pengurangan emisi gas-gas rumah kaca, atau pelestarian hutan. Melalui program nyatalah rakyat kedua bangsa dapat merasakan manfaat langsung dekatnya hubungan. Ini tentu lebih konkret daripada simbolisme politik, yang salah-salah malah menimbulkan mispersepsi.

Sumber: kompas, Selasa 17 November 2009


Related Posts



0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © Vox Populi Vox Dei | Powered by Blogger | Template by Blog Go Blog