Tulisan Terbaru

Info Ringan

Tutorial Bisnis Internet

Ekonomi Bisnis

Minggu, 08 November 2009

Berharap pada Pemimpin Baru

Minggu, 08 November 2009
Hari ini, kalau tidak ada aral melintang, presiden dan wakil presiden terpilih periode 2009-2014, Susilo bambang Yudhoyono – Boediono akan dilantik menjadi ‘nahkoda’ republik ini di Gedung DPR MPR RI, Senayan, Jakarta.

Hampir dapat dipastikan, ratusan juta pasang mata penduduk negeri ini akan tertuju ke layar kaca menyaksikan pelantikan presiden-wapres terpilih itu. Begitu juga halnya dengan harapan 250 juta rakyat Indonesia ini, segunung harapan digantungkan pada pundak mereka, hal itu terasa kurang bijaksana karena presiden – wapres bukan manusia setengah dewa yang mampu sekejap mata menyelesaikan persoalan besar bangsa.

Harapan akan sebuah perubahan dan perbaikan masa depan, kini menggelayut di pelupuk mata ratusan juta rakyat, masih jadi mimpi indah yang senantiasa membayang kehidupan keseharian, pilihan rakyat dalam pemilu yang menghabiskan anggaran negara triliunan rupiah itu.

Dengan resminya SBY sebagai presiden RI untuk kedua kalinya secara berturut-turut maka bertambah pula tanggungjawab SBY sebagai pemimpin bangsa ini untuk lima tahun ke depan. Sementara, Boediono, akan mengawali karir politiknya sebagai sosok wapres yang tentu jauh lebih berat dan kompleks daripada menghitung statistik ekonomi Indonesia seperti pekerjaannya sebelum ini ketika menjabat Gubernur BI.

Satu hal yang harus dilakukan oleh SBY – Boediono ini begitu resmi menjabat sebagai presiden – wapres adalah merealisasikan janji-janji yang pernah diucapkan waktu kampanye lampau. Mereka juga harus lebih lebih mengutamakan nasib rakyatnya, lebih mau mendengarkan aspirasi rakyatnya, tidak hanya saat kampanye saja.

Sedikit balik ke sejarah bangsa ini, kita tentunya masih ingat saat-saat awal kita berada di gerbang kebebasan demokrasi yang tidak pernah dialami sebelumnya, yaitu era reformasi. Saat Habibie naik ke kursi presiden menggantikan Soeharto , "harapan" masyarakat dan pasar terhadapnya tidak terlalu tinggi. Namun kenyataannya, kinerja Habibie tidak bisa dikatakan mengecewakan, rupiah menguat secara signifikan adalah salah satu buktinya.

Hal yang sebaliknya justru terjadi pada Kyai kharismatik Gus Dur. Harapan masyarakat terhadap dirinya di awal terlalu tinggi. Namun, ternyata harapan itu tinggal harapan. Bahkan Gusdur terpaksa turun dari singgasana kepresidenan dengan sebuah torehan yang kiranya menjadi isu yang ramai dipergunjingkan kala itu.

Sekarang, lima tahun era SBY sudah sama-sama dirasakan semua elemen bangsa ini. Banyak yang merasa puas atas kinerja SBY – JK namun banyak pula yang merasa sebaliknya. Sekali lagi, itu tergantung dari sudut pandang kita masing-masing. Ada baiknya kita mengutip pendapat mantan Kepala BAKIN, AC Manulang, bahwa siapapun yang menjadi presiden kita sebagai rakyat harus mendukung. Dengan hal inilah persatuan dapat terwujud sehingga bangsa ini bisa menjadi bangsa yang besar tanpa bisa diutak-atik oleh kepentingan-kepentingan lain, terutama pihak asing.

Hal itu ada benarnya, dan oleh karena itu marilah sama-sama kita ucapkan selamat memimpin kembali Pak SBY, selamat datang Pak Boediono. Bawalah bangsa ini ke arah yang lebih baik lagi. Jangan sia-siakan harapan kami yang setumpuk gunung itu, jangan sia-siakan waktu yang telah kami luangkan untuk mencoblosmu dalam pilpres lalu.

Namun, ingat Pak SBY, Pak Boediono, seberapapun kuatnya pemerintahan yang anda bangun dengan koalisi multipartai jauh lebih kuat lagi kekuasaan rakyat, karena sebagaimana sebuah ungkapan berkata “vox populi vox dei,” suara rakyat adalah suara Tuhan. Maka, kami, rakyat Indonesia akan selalu mengawasi pemerintahan ini, dengan harapan tentunya pemerintahan yang melanjutkan pemerintahan sebelumnya ini jauh lebih baik dari sebelumnya. Selamat bertugas SBY - Boediono!


Related Posts



0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © Vox Populi Vox Dei | Powered by Blogger | Template by Blog Go Blog