Tulisan Terbaru

Info Ringan

Tutorial Bisnis Internet

Ekonomi Bisnis

Jumat, 13 November 2009

Penghargaan dari Pemerintah Sudah, Penghargaan dari Rakyat Kapan?

Jumat, 13 November 2009
Untuk yang kesekian kalinya Sumatera Barat kembali menorehkan prestasi yang membanggakan di tingkat nasional. Kali ini penghargaan yang diraih oleh Sumbar itu tidak main-main karena hanya Sumbar lah satu-satunya provinsi dari 33 provinsi di Indonesia yang mendapat penghargaan di bidang kesehatan tersebut.

Penghargaan itu memiliki nama yang cukup gagah, yakni penghargaan Manggala Karya Bhakti Husada yang diserahkan oleh Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih dan diterima langsung oleh Wagub Marlis Rahman di Gedung Departemen Kesehatan, Kamis (12/11) lalu.

Selain penghargaan Manggala Karya Bhakti Husada, dalam kesempatan itu Sumbar juga meraih sejumlah penghargaan bidang kesehatan lainnya, diantaranya penghargaan bidang jaminan kesehatan daerah, posyandu plus, peningkatan jumlah sarana pelayanan kesehatan, pelaksanaan dokter spesialis, serta penghargaan yang bersifat individu. Sehingga secara keseluruhan, Sumbar berhasil meraih 11 penghargaan bidang kesehatan termasuk penghargaan Payakumbuh sebagai Kota Sehat Pengembangan dari Endang Rahayu yang belum genap sebulan menjabat sebagai Menkes itu.

Arti penting penghargaan itu bagi Sumbar adalah, secara ‘de jure’ di mata pemerintah pusat Sumbar dianggap telah berhasil melaksanakan pembangunan di bidang kesehatan. Tentu hal itu bisa terwujud berkat kerja keras dari semua instansi bidang kesehatan di provinsi ini, mulai dari tingkat provinsi hingga tingkatan paling bawah.

Namun jika berkaca pada realita yang ada, sebenarnya masih banyak berbagai persoalan yang mesti dibenahi dan membutuhkan perhatian dari berbagai pihak. Misalnya saja persoalan penyakit menular, sanitasi, hingga pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang masih belum berujung pangkal titik temunya.

Kita masih sering mendengar adanya balita dan anak gizi buruk terutama di daerah-daerah pelosok. Kemudian penyakit demam berdarah hingga saat ini juga masih sering menjadi wabah yang tak jarang merenggut korban jiwa. Begitu juga keluhan masyarakat yang sering ‘diketuskan’ oleh tenaga kesehatan di rumah sakit. Apalagi kalau menyinggung masih banyaknya warga kurang mampu yang merasa dipersulit ketika berobat baik itu ke puskesmas maupun ke rumah sakit.

Dan yang tak kalah pentingnya, kita tidak perlu pura-pura tidak mendengar bahwa banyak warga mampu di Sumbar yang justru lebih memilih berobat ke luar negeri seperti ke Singapura maupun ke Malaysia dibandingkan mempercayai pelayanan kesehatan dari dokter-dokter di negeri sendiri.

Maka, sungguh suatu ironisme ketika kondisi kesehatan di negeri ini masih perlu pembenahan yang serius tiba-tiba penghargaan di bidang kesehatan datang bagai air bah. 11 penghargaan sekaligus. Memang, kita tidak menutup mata bahwa pemerintah pusat tentu punya penilaian tersendiri hingga Sumbar ‘diganjar’ penghargaan yang seabrek-abrek.

Namun, bagi mereka yang mendapat penghargaan itu kita tentu tidak mengharapkan mereka akan menjadi lalai dan lengah. Jangan sampai mereka berpikir, “dengan kerja yang segitu saja sudah dapat penghargaan.” Sehingga pihak-pihak yang mendapat penghargaan jadi malas berbuat lebih untuk meningkatkan pembangunan bidang kesehatan di negeri ini.

Maka, ada baiknya kita berpijak pada realita bahwa penghargaan yang sebenarnya itu bukanlah dari pemerintah, namun dari masyarakat. Jika pelayanan kesehatan di negeri ini sudah sedemikian baiknya, maka dengan sendirinya tentu masyarakat akan memberikan penghargaannya pula. Jika sudah ada penghargaan dari masyarakat, maka penghargaan dari pemerintah bisa kita anggap merupakan simbol keberhasilan saja.

Pertanyaannya, bisakah pemerintah di negeri ini membuat masyarakat memberikan penghargaannya kepada pemerintahnya sendiri? *


Related Posts



0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © Vox Populi Vox Dei | Powered by Blogger | Template by Blog Go Blog